2016/06/29

Menelusuri Jejak Suku Dayak Maanyan di Madagaskar

Madagaskar adalah sebuah pulau yang terletak berseberangan dengan pantai timur benua Afrika bagian selatan di Samudra Hindia dan merupakan pulau terbesar nomor empat di dunia.

Madagaskar diduga terpisah dari benua Afrika selama lebih dari 150 juta tahun. Namun ada pendapat lain - berdasarkan kemiripan struktur tanah - menduga bahwa Madagaskar merupakan pecahan benua Asia. Namun yang pasti, lokasinya yang terpencil dan terisolasi selama 2000 tahun membuat kebanyakan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang hidup di sana unik dan tidak ditemukan di tempat lain di bumi.

Sekitar 75% spesies yang ada di Madagaskar bersifat endemik, artinya tidak hidup di tempat lain di bumi. Pulau ini merupakan rumah bagi binatang-binatang langka termasuk lemur, tenrec (sejenis landak berduri), bunglon berwarna terang, puma-sejenis mamalia, dan jenis-jenis binatang lainnya.


Menelusuri Jejak Suku Dayak Maanyan di Madagaskar


Etnis Malagasi yang saat ini mendiami Madagaskar ternyata datang dari rahim 30 wanita yang terdampar di daerah itu 1.200 tahun yang lalu. Diantara 30 wanita itu, 28 wanita di antaranya berasal dari Indonesia (Kalimantan).

Penelitian genetika terdahulu secara mengejutkan menunjukkan, alih-alih datang dari Afrika, nenek moyang penduduk yang tinggal di pesisir timur Afrika itu justeru datang dari Pulau Kalimantan, pulau yang berjarak seperempat dunia, atau kurang lebih 5.600 kilometer.

Murray Cox, peneliti genetika dari Massey University, Selandia Baru, tertarik dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa darah suku Dayak mengalir di tubuh penduduk Madagaskar. Disebutkan bahwa satu milenium yang lampau sekelompok etnis pribumi Kalimantan berlayar menggunakan perahu mengarungi Samudra Hindia. Kencangnya ombak di perairan luas ini mendorong perahu hingga terdampar di Madagaskar yang tidak berpenghuni.

Kelompok yang terdampar itu selanjutnya membuka lahan di dataran tinggi untuk dijadikan pemukiman dan tempat bercocok tanam. “Kami bicara tentang satu budaya yang berpindah tempat melintasi Samudera Hindia, " tuturnya pada LiveScience.

Tidak hanya soal DNA, ada aspek lain yang membuktikan kontribusi Kalimantan, yaitu bahasa. Dari sisi linguistik, penduduk Madagaskar bicara dalam bahasa, yang asal-usulnya dapat dilacak hingga ke Barito, Kalimantan.

Tiga suku yang berdiam di dataran tinggi Madagaskar, yakni Merina, Sihanaka, dan Betsileo masih berkomunikasi menggunakan bahasa yang mirip dengan sebagian besar leksikon bahasa Maanyan, bahasa yang dipraktekan sehari-hari oleh masyarakat suku Dayak Maanyan yang bermukim di sepanjang Sungai Barito, Kalimantan Tengah. Juga ditemukan segelintir bahasa yang akarnya dari Jawa, Melayu, atau Sansekerta.

Pertanyaan yang masih tersisa di benak peneliti ini yaitu seperti apa kontribusi genetik pemukim pertama ini pada penduduk Madagaskar saat ini. Untuk mengetahuinya, mereka kemudian mempelajari gen yang didapat dari mitokondria 300 penduduk Madagaskar dan 3.000 penduduk Indonesia.

Pemilihan mitokondria dikarenakan dapur respirasi sel ini menyimpan gen yang diturunkan oleh ibu. Sampel gen menunjukkan kemiripan pada genom orang Indonesia dan Madagaskar.

Selanjutnya untuk mengetahui kapan dan bagaimana etnis dari Indonesia bisa sampai di pulau tersebut, digunakanlah sebuah simulasi komputer untuk menelusuri silsilah genetik manusia Madagaskar yang hidup saat ini ke masa lalu.

Hasilnya menunjukkan bahwa penduduk Madagaskar saat ini berkaitan dengan 30 orang wanita. Para wanita ini diperkirakan merupakan pemukim yang pertama di Madagaskar lebih kurang 1.200 tahun lalu, yang terdiri dari 28 orang wanita dari Indonesia sedangkan 2 orang sisanya dari Afrika.

Dari penelitian lain diketahui kromosom Y yang diturunkan dari ayah menunjukan bahwa pemukim pria pertama Madagaskar juga berasal dari Indonesia. Namun tidak diketahui berapa banyak jumlah mereka.

Berdasarkan fakta bahwa pria dan wanita penduduk Madagaskar datang dari Indonesia, Cox memperkirakan jumlah pria pertama di pulau ini relatif sedikit.

Dari hasil penelitian ini, Cox meyakini populasi etnis Dayak yang terdampar berkembang dengan pesat dan segera menguasai pulau. Diprediksikan kelompok besar telah terbentuk dalam berapa generasi saja.

Pertanyaan yang belum terjawab yaitu mengapa pemukim pertama ini bisa tiba di Madagaskar. Ada kemungkinan mereka terdampar di Madagaskar tanpa disengaja.

Skenario yang mungkin saja terjadi adalah, ada sekelompok etnis Dayak berlayar dengan perahu besar yang mampu menampung 500 orang. Kemudian di tengah perjalanan di samudera yang luas, kapal yang mereka tumpangi terbalik dan terdorong arus laut ke arah barat.

"Beberapa orang menyelamatkan diri menggunakan perahu cadangan," katanya.

Penumpang yang selamat inilah yang kemudian terdampar di Madagaskar dan kemudian mendirikan permukiman pertama di pulau tersebut.


Sumber :
loading...
loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments