2016/04/26

Tembawang, Etalase Ekologi Suku Dayak Tae

Jika masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah mengenal "Kaleka" sebagai lumbung plasma nuftah, masyarakat Desa Tae yang rerletak di Kecamatan Balai Batangtarang, Provinsi Kalimantan Barat menyebutnya "Tembawang", yaitu kebun buah yang berada di kawasan hutan.

Tembawang, Etalase Ekologi Suku Dayak Tae

Tembawang adalah lahan komunal yang kepemilikannya diatur menurut adat secara turun-temurun. Dalam tradisi suku Dayak Tae, Tembawang berupa sebidang tanah di dalam hutan yang ditanami beragam jenis buah-buahan lokal oleh para leluhur sebagai warisan bagi keberlangsungan hidup keturunan mereka.

Tembawang bersifat kolektif namun tidak semua orang bisa dengan bebas mengambil atau memetik hasil yang ada di dalamnya, karena yang berhak adalah ahli waris keturunan leluhur yang membuat Tembawang itu.

Ada aturan adat yang berlaku untuk melindungi hak-hak keturunan yang mewarisi Tembawang beserta isinya. Ahli waris yang berhak diwajibkan untuk membagikan hasil yang dipanen dari Tembawang kepada masyarakat sekitar sebagai wujud rasa syukur. Namun jangan coba-coba mengambil yang bukan haknya tanpa ijin, hukuman adat siap ditegakkan bagi siapa saja yang mencuri dari Tembawang.

Selain itu, di dalam Tembawang juga berlaku larangan menebang pohon. Masyarakat suku Dayak punya keyakinan jika menebang pohon di hutan maka akan mengganggu keseimbangan alam. Oleh karena itu, segala sesuatu yang terjadi di Tembawang dibiarkan berjalan sesuai kehendak alam. Bila ada pohon yang mati, barulah mereka menggantinya dengan tanaman lain. Jika ada yang ketahuan menebang pohon, maka hukumannya adalah di keluarkan dari daftar ahli waris Tembawang.

Dari delapan kampung di Desa Tae, ada lebih kurang sekitar empat puluh Tembawang yang menjadi sumber mata pencaharian serta sumber pangan bagi warga Desa Tae sehari-hari. Dari perspektif konservasi ekologis, Tembawang tidak hanya sebagai sumber penghidupan masyarakat namun juga merupakan etalase kekayaan flora dan fauna endemik bumi Kalimantan.

Tanaman pangan seperti pisang dan ubi gampang ditemui di setiap Tembawang, demikian juga tanaman buah musiman seperti Durian dengan bermacam varietasnya serta langsat atau yang juga dikenal dengan nama duku. Sebagian tanaman buah lokal juga tidak ketinggalan menambah ragam flora di kebun buah ini.

Beberapa nama buah lokal seperti rambai, langsir atau nyalikng, kemayau sampai belimbing merah yaitu sebagian kecil dari buah lokal yang hidup di dalam Tembawang. Tanaman produksi seperti karet serta tumbuhan keras (pohon kayu produktif) juga acapkali terlihat di berapa Tembawang yang kesemuanya itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Desa Tae.

Tembawang adalah contoh kecil dari kearifan lokal masyarakat adat suku Dayak di Kalimantan, yang telah berlangsung sebelumnya ada pemikiran mengenai konservasi serta perlindungan alam moderen. Tanpa ada peraturan administratif atau himbauan para aktivis lingkungan, masyarakat suku Dayak telah memiliki sistem sendiri untuk melindungi alamnya, karena meraka sendirilah yang mengerti ketergantungan hidup mereka pada alam dan hutan.


Sumber :
loading...
loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments